Vilhelmsenlyons62's website

Our website

26
De
Belajar Melakukan Prediksi Dalam Pertandingan Bola
26.12.2016 11:33

Ketika menyaksikan perbandingan sepakbola pada layar paras kita sering disajikan kelakuan tebak skor yang dikerjakan para ahli. Walau menarik, saya tidak percaya tumbuk skor merupakan sesuatu yang seharusnya dikerjakan.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu bukan perlu dianggap serius sebab tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir 1 buah pertandingan.

Berbeda dengan menetak siapa kru yang dengan menang -- atau bahwa pertandingan dengan berakhir beserta seri. Memenggal seperti itu natural saja dilakukan, walau pada akhirnya globe itu buntar sehingga pemimpin pun kerap kali salah diprediksi. Apa sebab? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini aku akan kirimkan beberapa trik membuat dugaan yang masuk. Bukan bermanfaat saya tetap benar dalam memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, walaupun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran prediksi yang cukup tinggi: rata-rata 3 atas 4 prediksi saya sesuai kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, abdi memprediksi mau terjadi All German final di Liga Champions. Pada final, termasuk di depan ribuan warga Surabaya yang memenuhi sebuah daftar nonton menyerentakkan, saya meneka Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu kemajuan. Sebelum ini saya pun meyakini jika Atletico Madrid akan merebut Copa Del Rey. Terakhir, saya mengira Belanda mau mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin beta tekankan disini adalah; perkiraan bisa betul bisa salah, tapi yang penting sebuah prediksi mutlak harus mempunyai dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka faktor keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak mampu diprediksi berdasar pada 100%, makin prediksi mengenai skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi merabung tajam.

Aku ajak Dikau untuk membahas beberapa antisipasi terakhir aku guna meriwayatkan beberapa rukun penting yang saya serius akan bermanfaat bagi Kamu saat mengira memprediksi pertentangan.

Di antara bayangan yang aku sebut pada atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar gawang Atletico]. Meski pun demikian siap logika dalam belakang dugaan tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh kian berkualitas. Tumpuan masa menggemakan ketidakrukunan pemain Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Dari media aneh saya menerima kabar kalau Ronaldo & Mourinho pun tidak sesuai (berita hal hal itu baru merembes di Nusantara beberapa saat lalu). Guna pelatih saya paham resmi arti kekompakan tim di dalam dan pada luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya deging memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips dugaan 1: Pertimbangkan suasana di tim, bahkan saat satu buah turnamen berjalan di mana pemain pantas terus bertepatan tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip perkiraan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat pertentangan cup, kemonceran striker demikian menentukan. Ketika pertandingan perkongsian kualitas sela panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen menjimbit lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkan, walau daya keseluruhan menjulang juga harus dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Indonesia saya melawan hati nurani. Berdasar pada subjektif beta membela Indonesia tentunya. Akan tetapi, saat mengenakan kacamata bernama objektivitas, aku semua wajar setuju bahwa Belanda rumpang di atas Indonesia. Lalu mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mencolok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia mau bermain padat gairah, sehingga akan bisa mereduksi perbedaan kualitas. Oleh sebab itu, skor tipis atau besar bisa aja diprediksi dengan sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela 1 buah tim saat membuat bayangan. Kita mampu selalu berhajat tim tajuk mahkota kita unggul, tapi tatkala membuat perkiraan tentu logika harus diutamakan di atas fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat mengatakan di sebuah media tanda tentang persamaan-persamaan final Perkongsian Champions tahun ini secara tahun 1997 saat Dortmund menjadi juara terakhir kolam. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kemajuan Dortmund berdasarkan fakta-fakta ini. Mereka khlaf bahwa fakta-fakta tersebut menarik dan betul2 benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah keaslian dengan bukti yang lain adalah salah satu kaca dari sekian banyak macam fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan gesit menjadi lingkungan membuat sebuah prediksi perbandingan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan antara Dortmund vs Bayern juga dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena cerita statistik Dortmund memang raya saat menjaga Bayern, tidak sedikit yang kemudian menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik awal musim pula biar tidak dapat dengan sama sekali menjadi tolok ukur. Perkembangan ke-2 tim sejak pertemuan final perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Dikau pada statistik pertandingan sempang kedua tim yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim dengan keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini aja.

Karena dugaan saya kerap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak memeras saya meneka berbagai perbandingan lainnya. Paling banyak saya abaikan atau saya tolak secara alasan sedikit paham mengenai kekuatan ke-2 tim. Kausa saya tersebut senafas beserta tips bayangan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat prediksi tanpa dilatar belakangi data dan warta yang baik mengenai menjulang atau perkongsian tersebut. Jika bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menciptakan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Aku mustahil menjadi pakar mengenai semua perhubungan yang ada. Akui sekadar.

Tips antisipasi 7: Kalian juga tidak seharusnya memprediksi setiap pertandingan. Ada waktunya pertandingan sangat sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Berita Bola Transfer Pemain Prosentase kemenangan untuk kedua menyunggi menurut Engkau 50-50. Jika sudah begitu tahan pribadi, hindari memaksakan diri membuat prediksi. Dengan demikian prosentase kejituan perkiraan anda mau meningkat.

Masih banyak usulan lainnya yang bisa dan patut dipakai dalam memproduksi sebuah perkiraan yang terhormat. Karena keterbatasan tempat aku berhenti mencapai berbatas di sini dulu.

Ingat: satu prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh kesahan prediksi ini. Sebuah bayangan yang berkelas, baik sah maupun cela, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada di belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!